Ada saatnya dalam hidupmu engkau ingin sendiri saja bersama angin menceritakan seluruh rahasia, lalu meneteskan air mata (Bung Karno). Namun berjalan seiringnya waktu aku mulai bisa, bisa menerima dan melupakan kenangan yang tak seberapa, melupakan hal yang tak pantas dilakukan, melupakan hal yang harus dilupakan. Sekarang akhirnya, kupahami mekanisme melupakan bukanlah menghitung hari, melainkan
memaafkan diri dan mengikhlaskan masa lalu, agar ingatan tak
terbelenggu (falenpratama). Dengan bantuan dewa langit, kesabaran itu tumbuh dari penerimaan dan kepercayaan bahwa kelak sesuatu yang baik dan pantas akan kita terima akhirnya (elwa).
Nama yang dulu sering kusebut, sekarang terasa begitu asing saat terucap (inekeptri). Entah mengapa, mungkin itu sudah menjadi hukum alam, saat suatu hubungan berakhir secara otomatis tali persaudaraan akan kendor bahkan putus. Seperti kabel listrik yang digigitin tikus gitu. Putus.
Dan sekarang, setelah sekian lama terbelenggu pada satu pikiran yang sama, satu kenangan yang kelam, satu pilihan hidup yang semu, aku menemukan secercah cahaya, cahaya yang masih belum jelas ujungnya, belum jelas bentuknya, dan belum jelas keberadaanya. hahaha setidaknya dia terang. tapi tak seterang matahari yang menyinari bumi yang kelam ini. Itu kamu. Aku menetapkan diri sebagai pengagum rahasiamu, dan aku berharap semoga kamu tak menyadarinya. Bodoh memang, tapi apa dayaku berharap memilikimu? Itu seperti pinguin dapat terbang melayang mengitari langit lalu lupa cara berenang yang baik. (gak nyambunggg.....)
Tapi aku sering berpikir dan bertanya dalam benakku sendiri, "bolehkah aku meminta sedikit perhatianmu agar aku merasa dimiliki?
Bolehkah aku meminta sedikit kasih sayangmu agar aku merasa dicintai?
Aku seperti berharap pada bayangan yang datang saat cahaya datang, lalu
hilang saat gelap, menghampiri." (devi_rabtama). Berat mungkin untuk dijawab. Bukan mungkin, tapi pasti. Tapi aku akan selalu jadi pengagum rahasiamu, sampai waktu yang menentukan apa ujung dari penantianku. Setidaknya aku bisa melupakan sesuatu yang wajib untuk dilupakan, dan menemukan sesuatu yang mengisi ingatan. Semoga kau tak terganggu dengan keberadaanku sebagai your secret admirer.
Suka? Iya..
Kagum? Iya..
Sayang? Mungkin..
Berharap? Tidak..
Mengapa? Aku tau diri..
NB : Aku bingung ama cerita ini. Gak nyambung dari atas sampai bawah. MAKLUMLAH. Sebagian teks di ambil dari quotes punya orang (pemilik quote disertakan dalam teks di atas). Teks diatas hanya sekedar cerita khayalan. Terima kasih dan selamat membaca.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar